Blog ini berisi tulisan mengenai studi yang berhubungan dengan Islam, termasuk Fikih, Ilmu Kalam, dan pemahaman-pemahaman lainnya seperti Sekularisme di barat, Ilmu-ilmu Islam, Politik Islam, dan Ekonomi Islam. Istilah Studi Islam lebih diartikan seperti sebuah universitas, yang terdapat didalamnya studi akademik yang telah disurvei dan dipilih sesuai dengan pengetahuan islam, serta studi ini telah ditawarkan ke banyak universitas-universitas di dunia dalam program studi islam.
Ekstra renyah ayam yang rahasia lezatnya tersimpan di 11 bumbu racikan rahasia milik Kolonel Sanders dan rempah-rempah dengan jumlah yang tepat yang didalamnya agak sedikit spicy.
Hanya ngebayangkan aja bikin mulut ngiler. Finger lickin’ good!
Sampai pada gigitan pertama.
Aku kemudian teringat lapisan lemak tebal berminyak di bawah kulit renyah KFC. Diikuti penyesalan membeli 6 potong ayam hanya karena harganya yang bersahabat.
Sayangnya aku gampang lupa. Setiap tiga bulan sekali aku ketagihan lagi. Dan menyesal lagi. Dan seterusnya!
Aku bahkan nulis jawaban ini sambil makan ayam KFC... damn!
Didihkan air, aduk air agar membentuk pusaran. Masukkan 1 butir telur, masak sampai putih telur matang. Angkat, sisihkan.
Rebus Mie dalam air bekas memasak telur, sebentar saja (1/2 matang) Angkat, tiriskan.
Panaskan panci/wajan, masukkan margarine.
Tumis bawang bombay cincang sampai layu, masukkan bawang putih cincang, aduk rata hingga harum.
Masukkan tomat & cabai yang telah dipotong-potong, aduk sampai layu.
Masukkan bubuk kari, saus sambal & kecap. Aduk rata.
Masukkan 300ml air, aduk rata & biarkan mendidih.
Kocok lepas 1 butir telur. Masukkan ke dalam kuah yang sudah mendidih, aduk cepat agar berserabut. Tambahkan garam, cicipi & perbaiki rasanya.
Masukkan mie, aduk sebentar. Matikan api.
Taruh mie & kuahnya ke dalam mangkuk. Letakkan poached egg di atasnya. Taburi dengan irisan daun bawang & ketimun yang diiris kotak-kotak. Tambahkan bawang goreng jika suka
Sajikan panas. Hmmm.. mie ramen ala indonesia siap dinikmati
Tulisan ini dipost melalui Aplikasi Seto di tanya jawab seputar Makanan, dan Masak.
Egg benedict populer sebagai menu sarapan orang Amerika. Menu ini terdiri dari dua potong English muffin yang dilapisi ham atau bacon, poached eggs, dan saus Hollandaise.
Saya menggunakan ham, mentega, jus lemon segar dan telur tentu saja, English muffin, beberapa cabe rawit dan garam.
Untuk membuat egg benedict, siapkan 4 lembar beef bacon, 2 English muffin, 2 sendok teh cuka putih, 4 butir telur, garam dan merica, saus Hollandaise, 3-4 iris zaitun hijau, paprika, dan peterseli.
1. Buat saus Hollandaise
Siapkan 4 butir telur, 1 sendok makan jus lemon, 10 potong kecil mentega beku, garam, dan merica. Pertama, kocok kuning telur dan jus lemon dalam wadah hingga mengental dan mengembang. Tempatkan wadah di atas panci berisi air mendidih dan terus kocok dengan cepat, namun jangan sampai telur terlalu panas. Kemudian, tambahkan mentega beku. Kocok terus hingga mentega meleleh, tekstur saus menebal, dan volume adonan bertambah dua kali lipat.
2. Panaskan bacon dan English muffin
Dalam wajan berukuran medium, panaskan beef bacon hingga sedikit kecokelatan. Panaskan English muffin yang sudah dibelah dua hingga hangat kedua sisinya. Jika suka beef bacon bisa diganti dengan smoked salmon atau smoked turkey.
3. Buat pouched eggs
Dalam panci, rebus dan kocok air dengan cepat. Tambahkan cuka putih agar putih telur lebih cepat matang dan tidak menyebar saat dimasak. Kecilkan api, kemudian tuangkan telur yang telah dipecahkan sebelumnya dalam mangkuk. Biarkan putih telur menyelimuti kuning telur. Masak sekitar 3 menit, bila sudah membeku, angkat dan tiriskan.
4. Sajikan egg benedict
Dalam piring saji, letakkan English muffin yang dilapisi bacon dan pouched egg di atasnya. Bumbui dengan garam dan merica. Tuang saus Hollandaise diatas telur dan taburi paprika bersama irisan buah zaitun. Agar tampil menarik, hias piring saji dengan daun peterseli.
Telur yang dimasak dengan sempurna, di tambah dengan saus hollandaise dan rasa lemon yang crunchy and creamy banget, rasanya bikin pecah banget di mulut!
Tulisan ini dipost melalui Aplikasi Seto di tanya jawab seputar Masak, dan Lifestyle.
Secara teori, semua tools, mau itu Adobe InDesign, Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, atau software desain open source seperti Gimp dan Inkscape, bisa kamu pergunakan untuk mendesain material berbasis print. Saran saya, jika kamu sangat mahir pada salah satu, pakai itu saja, karena mempertimbangkan untuk menggunakan yang lain butuh waktu untuk belajar. Jika kamu punya waktu untuk belajar, saya merekomendasikan kamu untuk menggunakan Adobe Illustrator. Ini yang menurut saya terbaik untuk mendesain material berbasis print ketimbang Adobe InDesign dan Adobe Photoshop.
Adobe InDesign
Kelebihan Adobe InDesign adalah layouting atau templating sehingga bisa dipakai untuk membuat desain dengan banyak halaman yang terhubung berdasarkan link yang ditempatkan diluar file tergantung dengan jenis file tersebut apakah pixel atau vector sehingga ukuran file layout akan sangat ringan.
Kelemahannya adalah fitur drawing dan illustrating kurang, makanya jika ingin menggunakan foto atau gambar lebih baik diolah dulu di photoshop atau illustrator
Makanya Adobe InDesign banyak dipakai untuk membuat layout buku, company profile, majalah, dan tabloid.
Adobe Photoshop
Photoshop sangat baik untuk membuat, mengedit, dan memanipulasi foto atau gambar. Makanya Photoshop sangat cocok untuk Fotografer atau desain gambar supaya terlihat sangat bagus.
Photoshop tidak baik untuk dipergunakan di desain berbasis percetakan dengan banyak halaman karena tidak dapat membuat multi-page layout dalam satu lembar dokumen. Hanya ada dua cara (dan itupun merepotkan) untuk menciptakan layout yang sama, yaitu copy seluruh isi, kemudian membuat layer baru dan menyembunyikan layer sebelumnya atau buat di lembar kerja baru secara terpisah.
Photoshop tidak dibuat untuk pencetakan. Gunakan Photoshop lebih sebagai cara untuk mengedit gambar yang ingin ditambahkan ke bahan cetak. Kamu bisa menggunakan Photoshop, tapi kemudian kamu akan memiliki masalah mempersiapkan file untuk printer.
Adobe Illustrator
Ilustrator digunakan untuk ilustrasi, logo, dan grafis secara umum. Ini juga banyak digunakan dalam pencetakan, tapi tidak untuk dokumen multipage karena tidak memiliki dukungan untuk halaman master dan itu tidak membiarkan kamu mengotomatisasi nomor halaman. Kemampuan manipulasi gambar di Adobe Illustrator mendekati Adobe Photoshop, tapi lebih baik untuk ilustrasi non-gambar seperti vektor. Kamu dapat melakukan apapun yang bisa kamu lakukan dengan Photoshop dan kamu juga bisa mendapatkan desain yang siap cetak dalam waktu singkat.
Jadi, singkatnya, untuk desain multi-page seperti buku, company profile, majalah, dan tabloid, mengkolaborasikan Adobe InDesign dan Abode Illustrator akan membuat pekerjaan jadi lebih cepat dan memuaskan. Sementara untuk desain non-multi-page seperti logo, kartun,line art, spanduk, product mock up, brosur dan alat promosi, cukup gunakan Adobe Illustrator.
Salah satu indikasi keterlibatan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan ekonomi adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Menurut laporan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan TPAK perempuan, yaitu 84,4 persen berbanding 51,4 persen pada 2012. Hal ini juga menunjukkan bahwa penduduk perempuan 15 tahun keatas yang bukan merupakan angkatan kerja cukup besar yaitu 48,6 persen. Sedangkan laki-laki yang bukan merupakan angkatan kerja hanya 15,6 persen. Meskipun angka TPAK perempuan kecil, namun rasio TPAK perempuan terhadap laki-laki cenderung mengalami peningkatan selama 7 tahun terakhir yaitu dari 0,57 pada tahun 2006 menjadi 0,61 pada tahun 2011. Ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam memperoleh pekerjaan mengalami peningkatan setiap tahun.
Sumber: BPS, 2006-2012
Keterlibatan perempuan dalam pasar kerja juga masih belum maksimal. Berdasarkan data Publikasi BPS tentang Angkatan Kerja di Indonesia Agustus 2012, tercatat 38 persen penduduk berusia 15 tahun keatas yang bekerja adalah perempuan dan sepertiganya (31,28 persen) merupakan pekerja keluarga yang secara ekonomi tidak mendapatkan imbalan jasa. Angka ini lebih besar dibandingkan pekerja keluarga laki-laki yang hanya 7,01 persen. Sementara kesempatan bagi perempuan baik menjadi pengusaha atau sebagai buruh/pegawai masih dibawah laki-laki.
Laporan kegiatan pengarusutamaan jender ILO-Jakarta (2013) memperlihatkan tiga faktor utama terjadinya ketidakseimbangan jender dalam pasar kerja. Pertama, hampir separuh (48,4 persen) penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas tidak aktif secara ekonomi, dibandingkan 22,3 persen laki-laki. Di beberapa daerah, kurang dari 4 perempuan yang aktif secara ekonomi dibandingkan 10 laki-laki aktif. Kedua, perempuan yang mau bekerja menghadapi kesulitan yang lebih besar daripada laki-laki dalam mencari pekerjaan. dan ketiga, bila perempuan memperoleh pekerjaan, mereka akan menerima upah dan tunjangan yang lebih kecil dari pekerja laki-laki dengan jabatan sama.
Di pasar kerja, diskriminasi terjadi disebabkan oleh perbedaan upah yang terjadi ketika suatu kelompok pekerja dibayar lebih rendah dibandingkan kelompok lain pada pekerjaan yang sama dan perbedaan upah tersebut tidak ditentukan oleh perbedaan produktivitas. Diskriminasi ini dikenal dengan diskriminasi upah (wages discrimination).